Pengalaman Menjalani Pemeriksaan IVA Test



Aku tidak menyangka kalau tanggal 19 Agustus 2019 akan menjadi hari bersejarah dalam hidupku. Padahal sejak baby Dzi lahir, tanggal 19 ini setiap bulannya hanya merupakan hari posyandu biasa saja. Tapi tanggal 19 di bulan Agustus tahun 2019 ini menjadi istimewa karena inilah pertama kalinya aku menjalani IVA Test.

Sebelum test dilakukan, terlebih dahulu ada penyuluhan tentang kanker serviks dari petugas kesehatan. Ternyata hingga saat ini, kanker serviks masih menjadi pembunuh wanita nomor satu di Indonesia.

Minimnya informasi tentang cara mendeteksi kanker serviks ini sejak dini menjadi salah satu pemicu mengapa kanker serviks ini masih menjadi penyakit yang paling mematikan bagi wanita. Maka dari itu, pemerintah memberikan pelayanan berupa IVA Test ini agar keberadaan kanker serviks ini bisa diketahui lebih cepat. Semakin cepat ditemukan, maka semakin baik agar bisa mendapatkan perawatan dan pengobatan sedini mungkin.

Sebelum membahas tentang IVA Test ini, mari kita bahas terlebih dahulu tentang kanker serviks.

Seperti yang aku kemukakan di atas, kanker serviks merupakan salah satu penyakit yang bisa menyebabkan kematian pada wanita. Berdasarkan penelitian yang dirilis WHO pada tahun 2014, lebih dari 92 ribu kasus kematian pada wanita di Indonesia disebabkan oleh penyakit kanker. Dari jumlah tersebut, 10% terjadi karena kanker serviks. Sedangkan menurut data Kementerian Kesehatan RI, setidaknya terjadi 15.000 kasus kanker serviks setiap tahunnya di Indonesia.

Kanker serviks ini disebut juga kanker leher rahim, yaitu kanker yang tumbuh pada sel-sel di leher rahim.

Kanker serviks umumnya tidak menimbulkan gejala pada stadium awal.

Gejala baru muncul saat kanker memasuki stadium lanjut. Pada kondisi tersebut, gejala yang muncul bisa berupa:
- Perdarahan melalui vagina di luar masa menstruasi, setelah berhubungan intim, atau setelah menopause.
- Keluar cairan berbau tidak sedap dari vagina, yang kadang bercampur darah.
- Timbul rasa sakit tiap berhubungan seksual.
- Nyeri panggul.

Apa itu IVA Test?

IVA adalah singkatan dari Inspeksi Visual Asam Asetat. Jadi IVA Test adalah pemeriksaan dengan memasukkan spekulum yaitu alat berupa cocor bebek ke dalam liang vagina dengan tujuan agar bisa melihat kondisi serviks atau leher rahim dengan mata telanjang setelah diolesi asam asetat 5% selama kurang lebih 1 menit.

Syarat dan ketentuan IVA Test.
1. Sudah menikah atau sudah pernah melakukan hubungan intim.
2. Tidak berhubungan intim dalam waktu 24 jam sebelum pemeriksaan.
3. Tidak sedang haid.

Metode pemeriksaan IVA Test

1. Dokter akan meminta kamu untuk berbaring (tanpa underwear) dengan posisi kaki terbuka.

Dalam kondisi ini buang semua rasa malu ya, gais. Pikirkan saja kesehatan kita. Pikirkan saja masa depan kita. Lebih baik kita membuang rasa malu daripada nanti kita tidak bisa membuang penyesalan.

2. Dokter akan memasukkan spekulum ke dalam organ intim, dengan tujuan agar liang vagina terbuka, sehingga leher rahim pun terlihat.

Pada tahap ini pastikan dirimu rileks, ya. Jangan tegang, takut, atau panik. Tenang saja, anggap aja spekulum itu suami sendiri. #TipsApaanIni

3. Dokter akan mencelupkan gumpalan kapas bertangkai ke dalam larutan asam asetat dengan kadar 3-5 %, kemudian mengoleskannya ke permukaan serviks.

Sesaat liang vagina akan terasa dingin, gais. Kayak kita mau disuntik, kan dokter suka tuh ngolesin alkohol. Ada sensasi dingin gitu, kan. Nah, kurang lebih sama tuh rasanya.

4. Kemudian dokter akan menunggu sekitar 1 menit untuk melihat reaksi yang muncul pada serviks.

Selama masa pengamatan ini kamu santai aja, ya. Inhale-exhale. Jangan banyak bergerak, biarkan dokter mengamati reaksi yang muncul pada serviks dengan leluasa agar hasilnya pengamatannya akurat.

Apa Perbedaan IVA Test dengan Pap Smear?

Antara IVA Test dan Pap Smear, tujuannya sama yaitu untuk mendeteksi kanker serviks lebih dini. Metode pemeriksaannya pun hampir mirip, tapi tent saja ada perbedaannya.

1. Biaya pemeriksaan IVA Test lebih murah.

Jika untuk pemeriksaan Pap Smear berkisar antara 300 - 500 ribu, sementara IVA Test ini sangat murah, bahkan gratis bila dilakukan di Puskesmas.

2. Hasil pemeriksaan IVA Test lebih cepat diketahui.

Pada Pap Smear hasil pemeriksaan membutuhkan waktu kurang lebih 7 hari, sedangkan IVA Test bisa langsung diketahui beberapa menit setelah pemeriksaan. Hal ini terjadi karena pemeriksaan Pap Smear harus via laboratorium, sedangkan IVA Test hasil pengamatan langsung dengan mata telanjang.

3. Pemeriksaan IVA Test tidak harus di RS.

IVA Test merupakan program pemerintah, sehingga untuk pemeriksaan telah bisa dilakukan oleh dokter di puskesmas. Beda dengan Pap Smear yang harus dilakukan oleh dokter, dan sample selnya harus diperiksa oleh petugas laboratorium yang handal.

4. Metode pemeriksaan hampir sama menggunakan spekulum untuk melihat serviks.

Bedanya pada Pap Smear yang diambil adalah sampel sel dari lendir di serviks, sedangkan IVA Test tidak mengambil apa pun, tetapi hanya mengoleskan asam asetat pada serviks kemudian melakukan pengamatan langsung atas reaksi yang timbul pada serviks.


Jujur saja, saat spekulum itu dimasukkan aku benar-benar merasa tidak nyaman, lho, gais. Bahkan bisa dikatakan sakit. Tapi itu terjadi karena aku tidak rileks, sehingga ketika spekulum dimasukkan selangkangan tidak terbuka lebar sehingga otot-otot di sekitar organ intim menjadi kaku.

Nah, saran aku nih buat teman-teman yang mau mengikuti IVA test ini pastikan kamu bener-bener rileks sebelum spekulum dimasukkan. Buka mulut, dan bernafaslah dengan tenang. Jangan merasa takut, karena tanpa disadari otot akan bereaksi sehingga timbullah rasa sakit.

Pencegahan lebih baik dari pada pengobatan, kan? Jadi jangan pernah takut untuk melakukan IVA Test ini. Alhamdulillah, jika hasilnya negatif. Namun, jika hasilnya positif pun kemungkinan untuk sembuh pasti jauh lebih besar.



38 comments:

  1. Aku baru tau tentang test ini nih, mbak. Terima kasih aku jadi tau.
    Jadi ini beda dengan pap smear ya? Apa sama?
    Atau mungkin IVA test ini hasilnya lebih detail?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Beda, Mbak. Kalau Pap Smear pemeriksaannya lebih detail, karena via lab dengan mengambil sample sel di serviks kita. Tapi metodenya kurang lebih sama.

      Delete
  2. Pengun banget tes IVA tapi belum ada nyali, kebayang hasilnya, kebayang rasanya gimana. Wah, pokoknya macem2 yang dipikirkan. Akhirnya mundur teratur.Belum jadi tes sampai sekarang. Heuheu. Tapi beneran kudu diniatkan ini. Setidaknya sebelum tambah umur lagi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener mbak, harus diniatkan. Demi kesehatan kita juga, kan.

      Delete
  3. Yuni masih ngeri membayangkannya. Jadi merasa sakit sendiri membaca bahwa tes IVA ini mengharuskan ada alat yang dimasukkan ke vagina kita. Serem sekali membayangkannya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, mbak. Memang agak serem gitu. Tapi karena tahu manfaatnya, ntar rasa takut kita bakal hilang, kok.

      Delete
  4. Wah informasinya bermanfaat banget mb tentang kanker serviks. Apalgi info tentang IVA test. Klu minat bs test dimana y mb?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa di Puskesmas kok, Mbak. Gak harus di RS.

      Delete
  5. IVA tes ini berarti deteksi dini ya mbak .. bagus juga ya jika dilakukan setiap tahun sekali oleh para wanita, kita tidak akan pernah tahu hasilnya dan jika ada terdeteksi lebih cepat dan akan semakin mudah ditangani

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak, deteksi dini kanker rahim lewat pengamatan mata telanjang.

      Delete
  6. Saya belum melakukan rangkaian pemeriksaan organ penting kita. Masih terlalu takut untuk menjalaninya. Padahal untuk kesehatan sendiri, ya ...
    Nest time semoga bisa lebih berani.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo mbak, beranikan diri. Demi kesehatan kita, dan juga demi orang-orang tersayang di sekitar kita.

      Delete
  7. aku pernah satu kali pap smear dan jerit2 sakiiiitt :D
    Kalo IVA test ini blum pernah sih.
    Semoga kita sehat2 selaluuu ya Bund
    --bukanbocahbiasa(dot)com--

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo udah Pap Smear ga perlu IVA Test lagi mbak, karena hasilnya jauh lebih akurat.

      Delete
  8. Aku dah 3 kali mbak, tiap tahun, maklum dah 40 tahun jadi tiap medical check up bareng suami selalu IVA tes juga. Karena salah satu kakak kandungku survivor kanker maka aku harus waspada juga

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, keren mbak dian. Demi keselamatan kita, 1 tahun sekali itu memang perlu ya mbak.

      Delete
  9. Aku kemarin pake pemeriksaan pap smear sih. Lebe detail menurutku

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar mbak. Pap smear jauh lebih akurat karena pemeriksaannya langsung ke sample sel di serviks kita. Bedanya pap smear itu mahal mbak, kalau IVA test ini murah. Bahkan gratis kalau di Puskesmas.

      Delete
  10. Aku kemaren udah komen kok belum ada yah .. aku ulangin deh ihihi

    Setuju dengan program ini karena papsmear kan beda ya ama tes IVA ini. Sebaiknys setiap wanita melakukan IVA test karena menjaga satu dan lain hal jika ada yang tidak diinginkan, bisa segera ditindak lanjuti

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kurang lebih metodenya sama mbak, bedanya kalau pap smear yang diambil kan langsung sampel sel di serviks kita, pemeriksaanya via lab.

      Delete
  11. Aku blm pernah mba ..aku penakut e.Inget jaman lairan pertama, pas di finger test buat cek bukaan berapa .. perawat selalu kesulitan karena aku ga bisa rileks...😁 Endingnya anak 1+2 sc semua...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wakaka, aku juga gitu waktu finger test. Kayak mau lari dari tempat tidur. Beranikan diri aja mbak, demi kesehatan dan keselamatan kita juga kan.

      Delete
  12. Klo di IVA ini diambil lendirnya gitu ndak mba...? Aku masih maju mundur klo test yang dimasuk2in gitu...takut...

    Padahal penting sih...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ngga mbak, cuma diolesin asam asetat aja. Trus diamati perubahan atau reaksi dari serviks kita. Jika ada perubahan warna, maka perlu penanganan lebih lanjut.

      Delete
  13. Kalau takut nggak mba, malunya itu yang mungkin bakan bikin badan jadi nggak relax

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi, iya juga ya, mbak. Namanya buka kaki di depan orang orang lain gimana ga malu, ya?

      Delete
    2. Aku belum pernah tes IVA, katanya bagus ya. Apalagi sudah menikah, lebih baik tes, supaya mencegah kanker serviks. Semoga nanti bisa ikutan tes IVA

      Delete
  14. Itu lah sebabnya aku belum periksa lagi, gegara pengalaman pertama dulu enggak banget rasanya. Meski udah dilemesin tetep aja rasanya tegang jadi agak sakit. Kayaknya tegang karena kaget juga sih alatnya kan dingin banget itu ya

    ReplyDelete
  15. Lebih ringkas ya pemeriksaannya dibandingkan papsmer..jadi ingat mau periksa juga...

    ReplyDelete
  16. Awkward sih tapi demi kesehatan mah gpp ya hilangkan rasa malunya. Kalau untuk yang belum menikah boleh kah mba test IVA?

    ReplyDelete
  17. Aku baru tahu tentang tes IVA ini. Asli aku belum pernah tes sama sekali. Papsmear pun belum pernah. Masih ngeri bayangin spekulum pas dimasukkan tuh, Kak. Baca ini saja perutku langsung mules. Kayaknya harus diberanikan diri ini nih. Demi kesehatan.

    ReplyDelete
  18. aku baru ngebayanginnya kok ngeri yaa, Mbak... padahal IVA test ini kan penting bgt buat kesehatan... harus mantepin ati nih...

    ReplyDelete
  19. mirip papsmear ya. Duh, memang ngeri ya kanker serviks ini, dan sepertinya sedikit penderita yang sembuh.
    Setuju banget, lebih baik mencegah sejak dini.

    ReplyDelete
  20. Baca prosesnya kok jadi ngilu sendiri wkwk... Aku belum berani ikut tes kayak gini. Mau nyopot IUD aja masih maju mundur.

    ReplyDelete
  21. Sering banget dengar IVA Test, tapi aku masih belum siap mental untuk melakukannya. Memang pencegahan itu lebih baik, mba.

    ReplyDelete
  22. Waduuhh kebayang itu gimana rasanya. Waktu dicolok2 sama bidan aja pas mau lahiran aku ga nyaman, apalagi dimasukin spekulum ahaha. Pengen tapi takut, tapi yg penting rileks ya. Makasih udah berbagi Mbak

    ReplyDelete
  23. Mencegah lebih baik dari pada mengobati ya Mba... jadi harus dikuat2kan hati... semoga ada kesempatan mengikuti tes ini...

    ReplyDelete
  24. Wah aq belum pernah nih IVA test, tp penting jg yah ntuk mengetahui kondisi kesehatan tubuh vital kt sebagai perempuan

    ReplyDelete

Terimakasih sudah berkunjung.

Demi kebaikan blog ini silahkan tinggalkan kritik dan sarannya di kolom komentar, ya.

Mohon maaf komentar dengan link hidup dihapus, ya.

Cara Alami Mengatasi Sembelit pada Bayi

Cara alami mengatasi sembelit pada bayi memang susah-susah gampang. Dikatakan susah, karena tidak bisa diterapkan pada bayi yang belum ...